Seiring perusahaan beralih ke Kubernetes, Microservices, dan platform cloud, perluasan Alfresco Content Services (ACS) telah bergeser dari kustomisasi AMP/JAR tradisional ke ekstensi Spring Boot modern yang cloud-native. Pendekatan baru ini ringan, skalabel, lebih mudah dipelihara, dan sangat selaras dengan praktik DevOps saat ini.
Mengapa Membangun Ekstensi Cloud-Native?
Secara tradisional, pengembang memperluas Alfresco dengan menerapkan modul AMP di dalam server repositori.
Model yang sangat terhubung ini memiliki keterbatasan:
- Sulit untuk diskalakan secara independen
- Penerapan memerlukan memulai ulang server Alfresco
- Sulit untuk diuji dan dipelihara
- Tidak ideal untuk lingkungan cloud/Kubernetes
Ekstensi cloud-native menyelesaikan semua ini.
Anda membangun microservice eksternal menggunakan Spring Boot dan berinteraksi dengan Alfresco murni melalui REST API, menjaga Alfresco tetap bersih, stabil, dan skalabel.
Ikhtisar Arsitektur

Microservice Spring Boot terhubung ke Alfresco melalui REST API, memproses peristiwa atau tugas terjadwal, dan memperbarui konten atau metadata di platform cloud seperti Google Drive, OneDrive, atau SharePoint.
Komponen Utama dalam Arsitektur
1. Lapisan API :
Menangani komunikasi masuk/keluar dengan Alfresco dan sistem eksternal.
2. Lapisan Pemrosesan :
Mengeksekusi logika bisnis seperti transformasi metadata, sinkronisasi file, validasi, dan pemrosesan berbasis AI.
3. Penjadwal / Mesin Tugas :
Menjalankan tugas periodik seperti:
- Tugas sinkronisasi harian
- Operasi pembersihan
- Pembaruan metadata
- Pembuatan laporan
4. Pendengar Peristiwa :
Merespons pemicu real-time dari Alfresco atau aplikasi eksternal.
Apa yang Dapat Anda Bangun dengan Ekstensi Cloud-Native?
1. Sinkronisasi Dokumen :
Secara otomatis menyinkronkan dokumen antara Alfresco dan penyimpanan cloud:
- Google Drive
- Microsoft OneDrive
- SharePoint Online
- Dropbox
- Box
Kasus penggunaan:
- Berbagi file perusahaan
- Pencadangan dan pengarsipan
- Kolaborasi dua arah
2. Otomatisasi Metadata :
Microservice dapat:
- Mengambil data dari database eksternal atau ERP
- Mendapatkan metadata menggunakan AI/ML
- Menerapkan aspek dan properti di dalam Alfresco
Contoh:
- Mengklasifikasikan dokumen secara otomatis
- Menerapkan kebijakan retensi
- Memperbarui metadata terkait alur kerja
3. Integrasi Alur Kerja :
Memicu atau memperbarui alur kerja APS/Activiti secara eksternal.
Contoh:
- Memulai alur kerja orientasi SDM ketika data berasal dari Workday
- Memulai alur kerja persetujuan ketika file diunggah ke Drive
- Mengotomatiskan proses bisnis berdasarkan pemicu eksternal
4. Integrasi Berbasis Peristiwa :
Alih-alih melakukan polling, layanan dapat merespons peristiwa menggunakan:
- Alfresco AIMS (Alfresco Insight Engine)
- Webhook dari sistem eksternal
- Pemancar peristiwa kustom
Otomatisasi yang mungkin:
- Memberi tahu Microsoft Teams ketika file diunggah
- Melakukan OCR pada PDF baru
- Menandai dokumen secara otomatis
Manfaat Pendekatan Ini
1. Dampak nol pada inti Alfresco :
- Tanpa penerapan AMP
- Tanpa waktu henti
- Tanpa risiko merusak stabilitas repositori
2. Siap cloud :
Berjalan di:
- Kubernetes
- Docker
- AWS ECS / Azure AKS
- VM lokal
3. Skalabilitas Otomatis dan Ketersediaan Tinggi
Meskipun Docker menyediakan kontainerisasi, Kubernetes membawanya ke tingkat berikutnya dengan menawarkan fitur orkestrasi yang kuat.
Ketika integrasi Alfresco Anda berjalan sebagai microservice Kubernetes, Anda mendapatkan:
- Skala otomatis (HPA) berdasarkan CPU, memori, ukuran antrean, atau metrik kustom
- Pemulihan mandiri — memulai ulang pod yang gagal secara otomatis
- Pembaruan bergulir dengan waktu henti nol
- Penerapan blue-green dan canary untuk rilis yang aman
- Penemuan layanan otomatis dan penyeimbangan beban
- Tata kelola sumber daya (batas/permintaan untuk mencegah kelebihan beban)
Ini memastikan ekstensi Alfresco Anda tetap sangat tersedia, toleran terhadap kesalahan, dan tangguh, bahkan selama tugas sinkronisasi berat, pemrosesan metadata, atau migrasi besar.
Kapan Seharusnya Anda Membangun Ekstensi Cloud-Native?
Gunakan microservice Spring Boot ketika:
- Anda memerlukan pemrosesan berat (tugas sinkronisasi besar, ekstraksi metadata)
- Anda berintegrasi dengan beberapa sistem eksternal
- Alfresco tidak boleh kelebihan beban
- Anda menginginkan penerapan berbasis kontainer yang skalabel
- Anda menginginkan tugas pemeliharaan yang sepenuhnya otomatis
Kesimpulan
Ekstensi cloud-native mewakili masa depan pengembangan Alfresco.
Menggunakan Spring Boot + REST API, pengembang dapat membangun:
- Skalabel
- Dapat diuji
- Dapat dipelihara
- Siap cloud
ekstensi tanpa memodifikasi inti Alfresco.

